Mercedes-Benz E 63 AMG

Senin, 25 April 2011

Mercedes-Benz E 63 AMG akan memacu adrenalin para penyuka kecepatan. Mesinnya mampu menyemburkan tenaga hingga 525 hp. Dengan basis E-Class terbaru (W212), E 63 AMG akan sangat cocok dipakai sebagai mobil untuk keseharian, meski dia sangat berpotensi diajak lari sekencang-kencangnya.
Performa ini menjadikan E 63 AMG mampu melesat dari 0-100 km/ jam hanya dalam 4,5 detik. Diinjak terus pedal gasnya, tanpa hambatan, mobil ini bisa mencapai kecepatan 250 km/jam (dibatasi kecepatan elektronik). Kemampuan akselarasi dan kecepatan puncak E 63 AMG tak lepas dari peran transmisi canggih AMG Speedshift MCT 7-Speed. Transmisi ini sanggup berpindah percepatan hanya dalam 100 milidetik. Sistem transmisi ini juga mampu dikontrol otomatis melalui tiga mode pilihan, ”C” (Controlled Efficiency), ”S” (Sport), dan ”S+” (Sport plus).
Bemper depan E-Class baru yang sudah cukup sporty, ditambah lubang-lubang menyerupai insang hiu. Velg-nya dramatis, palang lima AMG, dikombinasikan dengan cakram komposit berukuran besar. Di belakang, saluran gas buang menggunakan gaya pipa kembar berlebur krom. Interior tampak serupa dengan E-Class, tapi sesungguhnya tak sama. Bahan material direvisi untuk meningkatkan ekslusivitas. Permainan kulit pada dashboard dan atap membuat E 63 AMG berkesan nyaman. Lapisan kulit juga tampak pada bangku sport AMG, pedal transmisi dan kemudi empat bilahnya.
Mobil ini sudah bisa disejajarkan dengan Chevrolet Corvette Z06, Lamborghini Gallardo, Ferrari 612 Scaglietti dan beberapa mobil sport lainnya. Mercedes-Benz E 63 AMG memangku mesin 6.300 cc V8 berkekuatan 525 hp pada 6.800 rpm. Torsinya 630 Nm pada 5.200 rpm. Ada juga ”M” mode, merupakan mode transmisi paling sporty. Untuk mendapatkannya, cukup menekan tombol AMG Drive Unit pada konsol tengah. AMG Ride Control memberikan nilai sebanding antara kemantapan berlari di sirkuit dan kenyamanan.

Mercedes Kembangkan Transmisi Automatic 9 Kecepatan

Berbicara tentang kendaraan premium kontemporer, salah satu komponen penting yang ditawarkan sebagai bentuk fitur kemewahan adalah gearbox.
Transmisi memiliki pekerjaan yang sulit, sebagai mesin modern berkapasitas besar yang dipasang di kendaraan tersebut dituntut untuk memiliki output torsi yang besar dan kuat. Jadi, gearbox selain harus menangani semua tenaga dan torsi sekaligus dituntut untuk bisa menawarkan tingkat kehalusan yang sangat tinggi.
Beberapa mobil mewah atas dijual saat ini menggunakan transmisi otomatis delapan kecepatan yang mengelola untuk menyelesaikan tugas tersebut serta memberikan reaksi yang cepat dan menjamin dinamika baik.
Sekarang Mercedes Benz berencana untuk melakukan peningkatan, dengan sebuah perusahaan Jerman, mereka bekerja sama untuk mengembangkan sebuah transmisi otomatis sembilan-kecepatan, sebagai dikutip dari Autocar, Selasa (20/7/2010).
Seorang teknisi senior telah memberi sedikit bocoran bahwa produk tersebut saat ini sedang dikembangkan, dia juga menambahkan, bahwa pengiriman mendatang akan digunakan untuk powerplants dengan kapasitas besar.
Transmisi baru ini bertujuan untuk dapat meningkatkan efisiensi yang ditawarkan oleh berbagai kendaraan Mercedes. Gearbox ini juga diharapkan untuk dapat menawarkan perbaikan yang serius dalam hal ekonomi bahan bakar dan emisi CO2.
Namun, tampaknya dalam dunia otomotif, transmisi dengan rasio lebih banyak tidak serta merta menjadi paket yang lebih baik. Insinyur Mercedes telah menentukan bahwa sembilan adalah jumlah maksimum rasio yang saat ini dapat ditawarkan untuk sebuah gearbox.
Para insinyur yang melakukan pengembangan menawarkan dua alasan untuk ini. Pertama-tama, ini adalah batas teknis apa yang bisa dicapai dengan menggunakan teknologi saat ini (kita berbicara tentang efisien, sesuatu yang dapat dikembangan). Kedua, jumlah yang lebih besar dari rasio tidak akan cocok untuk sebagian besar kemampuan yang dimiliki pengemudi dan hanya akan menimbulkan lebih banyak kebingungan

Porsche 918 Spyder

Minggu, 24 April 2011


Mobil sport cenderung identik dengan pemborosan bahan bakar. Namun tidak demikian halnya dengan 918 Spyder yang akan diproduksi Porsche dalam jumlah terbatas.

Di awal minggu ini (21/3/2011), Porsche mengumumkan meluncurkan mobil sport 918 Spyder dengan fitur yang berbeda dari produk-produk Porsche lainnya. 918 Spyder telah disulap menjadi mobil sport hybrid bertenaga besar.

Mesin 4.000cc yang dipasangkan di rangka utama Spyder mampu menghasilkan 500 daya kuda, sementara dua buah motor listrik yang digunakan menambah tenaga mobil itu sebesar 218 daya kuda.

Meski tenaga yang dihasilkan besar, mitos mobil sport adalah boros seolah dipatahkan oleh 918 Spyder ini. Porsche mengklaim mesin hybrid tersebut hanya mengkonsumsi 3 liter bahan bakar untuk menempuh 100 kilometer, atau sekitar 1 liter untuk 33 kilometer.

Meski hanya mengkonsumsi 1 liter per 33 kilometer, bukan berarti 918 Spyder tidak mampu melaju dengan kecepatan tinggi. Untuk mencapai kecepatan 192 kilometer per jam, 918 Spyder hanya membutuhkan waktu 3,1 detik. Porsche sendiri mengatakan bahwa kecepatan maksimal bisa mencapai 318 kilometer per jam, dan dalam kondisi yang tepat mobil tersebut bisa melaju pada kecepatan 150 kilometer per jam hanya dengan mengandalkan tenaga listriknya.

Tertarik? Jika memang tertarik dengan mobil sport luar biasa ini, Anda harus merogoh kocek dalam-dalam, pasalnya Porsche memasang harga 845.000 US dolar atau sekitar 8 milyar rupiah pada mobil yang hanya akan diproduksinya sebanyak 918 unit tersebut.

Mobil Sport Papan Atas Berkecepatan Amat Tinggi

Mobil-mobil sport papan atas bertenaga besar harganya sangat tinggi. Bagi sebagian orang tertentu mobil itu dianggap layak atau harus dimiliki, tetapi bagi sebagian orang lagi, sebagian besar pastinya, memiliki mobil itu hanyalah merupakan mimpi atau angan- angan.
Bagi yang dapat membelinya, dan memang akhirnya membelinya, belum tentu dapat mengendarai mobil itu hingga ke batas akhir kemampuannya dengan aman. Memang perlu keahlian khusus untuk memacu mobil itu dengan kecepatan tinggi dan aman, baik itu bagi dirinya sendiri, penumpang lain di dalam mobil itu, maupun bagi kendaraan atau orang lain.
Memacu mobil itu di jalan raya (termasuk jalan tol) hingga mendekati batas akhir kecepatannya sulit untuk dilakukan. Kalaupun mau, seseorang harus bangun dini hari dan memacu mobil tersebut di Tol Jagorawi pada saat hampir tidak ada mobil lain yang melintas.
Tol Jagorawi adalah satu-satunya jalan tol di negara ini yang permukaan jalannya sangat mulus. Dengan demikian, secara relatif, jalan tol inilah yang paling aman digunakan untuk memacu kendaraan dengan kecepatan hingga di atas 200 kilometer per jam.
Tentunya dengan catatan, tidak ada kendaraan lain yang melintas di depan mobil tersebut. Namun, bangun dini hari, hanya untuk memacu kendaraan dengan kecepatan 200 kilometer per jam, tentunya tidak akan dilakukan sering-sering.

Sirkuit Sentul
Dalam kaitan itulah, gagasan M-Owners Club Indonesia, klub pemilik mobil BMW M (BMW Sportcar), untuk menyelenggarakan Performance Sportcar Venue di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, patut diacungi jempol.
Pada 29 Agustus lalu, M-Owners Club Indonesia memberikan kesempatan kepada pemilik mobil sport papan atas bertenaga besar untuk memacu mobilnya secara aman di Sirkuit Sentul.
Untuk itu, M-Owners Club Indonesia menyediakan pace car di depan untuk membantu para pemilik mobil sport papan atas bertenaga besar untuk memacu mobilnya secara aman di
Sirkuit Sentul. Bahkan, di sirkuit juga dipasangi cone (kerucut plastik) untuk menandai lintasan yang harus dilalui mobil pada tikungan-tikungan yang dianggap berbahaya.
Dengan demikian, pemilik mobil sport papan atas bertenaga besar dapat memacu mobil dengan aman hingga ke batas tertinggi. Kalaupun mobil sampai meluncur ke luar lintasan, dijamin bahwa mobil dan penumpangnya akan aman-aman saja.
Performance Sportcar Venue di Sirkuit Sentul dihadiri banyak pemilik mobil sport. Mulai dari pemilik BMW M-Series, BMW Z4, Ferrari, Porsche, Audi, Mercedes Benz AMG, Lamborghini Murcielago, Lotus, Maserati, Mitsubishi Evo, Nissan GTR, Honda Civic RR, dan Volkswagen GTI.
Namun, ikut berpartisipasi dalam acara memacu kendaraan di sirkuit hanya BMW M3, BMW M5, BMW M6, BMW 630 Cabriolet, Mercedes Benz C63 AMG, Porsche 911 dan Porsche GT2, Audi TT dan Audi R8, Maserati, Mitsubishi Evo, Nissan GTR, Lamborghini, Honda Civic RR, dan Ferrari, yang terbanyak F430, serta tentunya tiga pace car, New BMW M3, BMW 740, dan BMW 750

Mobil Sport Ferrari F50



Ferrari adalah salah satu mobil sport terkenal di dunia. F50 adalah salah satu model paling eksklusif yang pernah mereka buat. Mobil ini hanya dibuat 349 unit untuk merayakan perayaan 50 tahun sang legenda Italia.
Mobil luar biasa ini diberi tenaga oleh mesin mobil Formula Satu tahun 1990 yang sedikit dikurangi tenaganya. Bagian bawah mobil benar-benar datar. Keempat knalpot mencuat melalui lubang-lubang di belakang, mirip seperti mobil balap.
Data dan Fakta
DILUNCURKAN: 1996
ASAL: Italia
MESIN: V12 60 katup 4.699 cc. di tengah
TENAGA MAKSIMUM: 520 bhp pada 8.500 rpm
TORSI MAKSIMUM: 470 Nm pada 6.500 rpm
KECEPATAN MAKSIMUM: 325,1 km/jam
AKSELERASI: 0-97 km/jam: 3,7 detik
BERAT: 1,23 ton
HARGA: £342.700 (sekitar Rp5,5 miliar)
Mesin mobil berada di bagian tengah F50. Mesin itu membuat sang Ferrari mampu melaju dari nol hingga 97 km/jam dalam waktu dibawah 4 detik. Dan 0-160,9 km/jam hanya dalam 8 detik dan dari 0-241,4 km/jam dalam 18 detik.